COCOPEAT - PRODUK LIMBAH SABUT KELAPA DENGAN SEGUDANG MANFAAT

Pohon kelapa dan buahnya tidak asing bagi kita semua, apa lagi bagi orang orang tinggal di daerah pedesaan. Tapi jika Saya menyebut Cocopeat dan Cocofiber mungkin beberapa orang atau banyak orang baru mendengarnya. Ya.. kata cocopeat terutama, mungkin asing bagi sebagian orang. Apasih sebenarnya barang tersebut?

Cocopeat adalah material yang tidak berserat dan ringan yang menyatukan serat sabut dalam sabut buah kelapa. Yang mempunyai kemampuan daya serap dan menyimpan air yang cukup tinggi serta memiliki pori pori dan bertekstur remah, sehingga memudahkan air dan udara untuk keluar dan masuk. 

Cocopeat di dapatkan dengan cara melakukan proses penghancuran sabut kelapa yang telah kering, baik dengan cara menggunakan alat sederhana dengan cara di pukul pukul ataupun dengan menggunakan mesin yang lebih besar. Yang dengan mudah mudah akan memisahkan debu atau partikel halus yang akan terlepas dari serat serabut kelapanya. 

Selanjutnya dari segi manfaatnya Cocopeat ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak. Selain digunakan untuk media tanam dan hidroponik juga bagus untuk di tambahkan ke dalam tanah untuk meningkatkan kualitas tanah baik kualitas fisik tanah maupun kimia dan biologi tanah. 

Manfaat Penggunaan Cocopeat

Cocopeat umum digunakan dalam bidang pertanian dan hortikultura serta absorben pada industri. Dalam bidang pertanian dan hortikultura, cocopeat dimanfaatkan sebagai media tanam budidaya termasuk media tanam hidroponik sebagai pengganti media tanah. Sayangnya, kandungan nutrien di dalam cocopeat rendah, sehingga perlu ditambahkan komponen lain sebagai media tanam pengganti tanah. Penambahan kompos atau pupuk organik lain serta sekam akan menjadi alternatif campuran media tanam yang baik. Cocopeat alami mempunyai kadar pH pada kisaran 5,8-6 yang berarti sedikit asam. Namun, pada beberapa tanaman budidaya yang populer, kisaran pH ini merupakan kisaran pH optimal mereka untuk tumbuh dengan baik (kebutuhan pH tanaman umumnya 5,5-6,5).

Tren Penggunaan Cocopeat

Selain sebagai media tanam, cocopeat memiliki manfaat yang lain, salah satunya sebagai pengganti sabut kelapa yang berkualitas lebih baik karena bebas bakteri dan sebagian besar spora fungi. Cocopeat adalah bahan yang ramah lingkungan. Pada budidaya jamur, cocopeat sangat cocok digunakan sebagai substrat. 

Substrat cocopeat menyediakan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan jamur karena cocopeat mengandung selulosa dan lignin yang tinggi. Cocopeat merupakan bahan absorben yang baik. 

Cocopeat kering dapat menyerap minyak pada lantai yang licin. Bahan ini juga dapat digunakan sebagai alas tidur hewan ternak dan hewan peliharaan karena dapat menyerap kotoran hewan dengan baik. Cocopeat dapat digunakan ulang (re-used) hingga 3 kali pemakaian.

Penggunaan Cocopeat dalam Dunia Hidroponik

Cocopeat berfungsi sebagai penahan air yang baik. Bahan ini mampu kembali basah dengan cepat jika ditambah air meskipun telah mengalami kekeringan. Cocopeat mampu menahan udara (oksigen) kurang lebih 1000 kali daripada media tanah. Kemampuan cocopeat ini sangat bagus bagi metode hidroponik yang menggunakan air sebagai media tanam utama. Sifat cocopeat yang hidrofilik (suka air), membuat bahan ini memiliki daya serap 8-9 kali beratnya dan mampu menahan air sekitar 73% dari air yang diberikan. Lebih baik dari kemampuan media sphagnum yang hanya sanggup menahan 41% air. Cocopeat juga mampu mengikat dan menyimpan oksigen di udara hingga 50%, lebih baik daripada tanah yang hanya 2-3%. Namun, hindari pemberian air berlebih karena jika cocopeat terlalu lembab dapat menyebabkan busuk akar.

Campuran cocopeat dengan pasir atau sekam sangat disarankan (karena daya ikat keduanya (sekam dan pasir) tidak terlalu tinggi). Pemberian air juga sebaiknya dilakukan secara sedikit demi sedikit tapi terus menerus dengan cara irigasi tetes atau pengabutan (hidroponik dengan metode drip dan metode aeroponik). Pada proses pemupukan, penggunaan pupuk slow release seperti dekastar sangat dianjurkan jika ingin menggunakan cocopeat sebagai media budidaya.

Cocopeat curah dijual seharga Rp.1.000,- hingga Rp.1.200,- per kilogram di pasaran. Sedangkan cocopeat balok berkisar Rp.2.000,- hingga 3.000,- per kilogram (berat balok kurang lebih 5kg dengan ukuran 30 cm x 30 cm x (15-20) cm). Harga dapat berubah-ubah mengikuti pasar. Sebagai tambahan informasi, 1 kg cocopeat dalam bentuk balok setara dengan 1,5 kg cocopeat curah (butiran). Semuanya tergantung pada Anda akan menggunakan bentuk yang mana.

Demikian kiranya informasi ini, semoga bermanfaat. Untuk mendapatkan Cocopeat silahkan hubungi BUMDes Sinar Usaha Unit Sinar Usaha Agro Industri Kelapa. Klik COCOPEAT



0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About